Kutipan dari Romo Mudji Sutrisno dkk. @ Diskusi Webinar "Aliansi Kebangsaan." NEW NORMAL adalah MATINYA HIPEREALITA Pertama-tama saya akan bilang New Normal ini sebenarnya adalah back to normal. Justru kehidupan kemarin itu yang abnormal. Kedua, saya akan cerita apa itu hiperealita? Sederhananya ketika Anda beli segelas kopi mis. Starbuck seharga 40an ribu. Mengapa segelas kopi bisa begitu mahal? Anggaplah harga dasar kopi itu 7 ribu, maka 33 ribu sisanya Anda membayar harga sewa sofa outlet hingga membeli simbol starbuck. Angka 33 ribu itulah hiperealita. Sebuah kondisi mental yang menganggap sesuatu itu nyata dan kita butuhkan melebihi kebutuhan dasar kita sendiri. (Fyi. istilah hiperalita diperkenalkan oleh filsuf Prancis bernama Jean Baudrillard dalam bukunya tentang Simulacra). Kita sesungguhnya tidak akan menemui hiperealita sedahsyat kemarin andai saja tidak ditemukan yang namanya Facebook, Instagram, Twitter, dan teman-temannya. Tiba-tiba datanglah covid1...
Hal yang paling sulit dalam dunia bisnis adalah menjaga semangatnya. Banyak pemula yang terbakar emosi karena termotivasi lalu terjun jadi pebisnis. Disaat proses menuju sukses, mereka terkejut, ternyata dunia bisnis tidak seindah yang dibayangkan. Mereka menghadapi hal yang tidak biasa mereka hadapi sebelum jadi pebisnis, seperti : - Ditolak - Rugi - Jualan gak laku - Mulai Ragu - DLL. Saat menemui proses ini, kebanyakan pemula akan langsung menyerah dan menyalahkan keadaan dan orang lain. Mereka beralasan dunia bisnis itu sulit, susah, rumit, dll.. Padahal, untuk sukses dalam dunia bisnis, kita mesti berjuang. Seperti mendaki sampai ke puncak gunung, sebelum mendaki, kita akan dihadapkan dengan jurang yang terjal, licin dan mendaki keatas, butuh perjuangan yang keras untuk bisa sampai ke puncak gunung tersebut. Begitu juga dengan bisnis, akan banyak hal yang dihadapi, jadi bersiaplah untuk menghadapi prosesnya jika mau sampai ke puncak kesuksesan. Setela...
Suatu pagi, seorang Pedagang Ikan mulai berjualan di pasar. Ia memasang papan bertuliskan "HARI INI DI SINI JUAL IKAN SEGAR". Tak lama kemudian datanglah seorang Pembeli dan bertanya: “Mengapa kau tulis HARI INI? Bukankah kau memang berjualan sekarang, bukan kemarin atau esok?” Kemudian Pedagang Ikan mengganti tulisannya menjadi "DI SINI JUAL IKAN SEGAR". Lalu datang Pembeli ke 2 dan bertanya: “Mengapa kau tulis DI SINI? Bukankah memang di sini bukan di sana?" Pedagang pun mengganti lagi tulisannya menjadi "JUAL IKAN SEGAR". Tak lama kemudian Pembeli ke 3 datang dan bertanya: “Mengapa kau tulis SEGAR? Bukankah memang yang kau jual ini Ikan Segar bukan Ikan Busuk?” Pedagang pun mengganti lagi tulisannya menjadi "JUAL IKAN". Kemudian datanglah Pembeli ke 4 yang bertanya: “Mengapa kau tulis JUAL? Bukankah memang Ikan ini dijual bukan dipamerkan atau dibagikan gratis?” Lalu Pedagang menghapus tulisan JUAL, dan tinggal tulisan ...
Komentar
Posting Komentar